Advertisement

Menjadi Kaya dengan Mengaktifkan Otak Kanan


          Menjadi orang kaya tentu menjadi impian setiap orang. Namun, merasakan hidup yang serba berkecukupan itu tidak bisa serta merta didapat secara instan begitu saja, melainkan harus bekerja keras.


          Sebelum melakukan suatu pekerjaan, seseorang lazimnya membuat perencanaan (planning) apa saja yang akan dia lakukan guna mencapai sasaran yang diinginkannya. Di sini, peran otak dari manusia dalam berpikir menyusun strategi jitu untuk merealisasikan cita-cita atau harapannya tersebut.


          Namun, banyak orang sudah menggunakan otaknya tapi tak kunjung kaya, mengapa hal ini bisa terjadi? Karena sebagian besar dari mereka menggunakan otak kiri ketimbang otak kanannya.

          "Saya sarankan agar Anda menghancurkan dulu kotak pembatas berupa ketakutan untuk miskin, rugi dan pesimisme. Semua itu adalah kesalahan dan virus berbahaya bagi suatu kesuksesan," ujar pengusaha muda dan motivator otak kanan, Ippho Santosa dalam seminar dan launching buku bertema 'Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan' di Jakarta, Sabtu (30/4/2011).

          Ippho mengatakan, kunci utama sebuah kesuksesan seseorang terletak pada optimalisasi kerja otak kanan yang dimilikinya. Dia mengibaratkan otak kanan tersebut sebagai tombol percepatan kreatifitas dan saklar menuju kesuksesan dan kekayaan.

          "Fakta menunjukkan, 88,8 persen sukses dan menang ditentukan oleh otak kanan. Otak kanan adalah metode terbalik cara orang mendapat kekayaan, yakni dengan bersedekah intinya memberi bukan menyimpan. Banyak orang menabung tapi nggak kaya-kaya, intinya fokus bukan hanya mengumpulkan (uang) tapi memberikan serta berdoa," jelas pria kelahiran Pekanbaru, 34 tahun silam.

          Sekadar diketahui, otak kanan yang dimiliki setiap manusia lebih bersifat imajinatif, intuitif, interpersonal, holistik lateral, spontan, dan terkait dengan otak bawah sadar berupa Emotional Quotient (EQ). Sedangkan otak kiri lebih bersifat realistis, logis, fokus, linier, anti spontan. Intra personal, berupa Intelligence Quotient (IQ) dan terencana.


[sumber]

0 komentar:

Post a Comment